a a a a a a a a a a a a a a a a a
Lemtek UI

News And Event

Lemtek UI Ditunjuk WALUBI dan Kementerian Kebudayaan untuk Melaksanakan Detailed Engineering Design dan Pengawasan Rekonstruksi Candi Kedaton dan Candi Koto Mahligai di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarojambi

Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarojambi yang berlokasi di Kabupaten Muarojambi Provinsi Jambi dengan total luas mencapai 3.981 hektar merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Asia Tenggara yang merepresentasikan pusat pendidikan dan peradaban Buddha dari abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. KCBN Muarojambi telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional (KCBN) melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 259/M/2013 pada tanggal 30 Desember 2013. Kementerian Kebudayaan dan WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) juga bekerja sama untuk mengembangkan Muarojambi sebagai objek wisata sejarah dan Pusat Wisata Religi Dunia. Perayaan Waisak Nasional kini juga rutin dipusatkan di Muarojambi selain di Borobudur. Terdapat dua candi (Candi Kedaton dan Candi Koto Mahligai) yang merupakan bagian dari struktur utama yang saat ini menjadi fokus revitalisasi besar-besaran oleh pemerintah. Dalam rangka merevitalisasi Candi Kedaton dan Candi Koto Mahligai di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarojambi, maka WALUBI atas rekomendasi dan persetujuan Kementerian Kebudayaan telah menunjuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk melakukan Detailed Engineering Design (DED) dan pengawasan rekonstruksi kedua candi tersebut. Untuk mewadahi kegiatan ini FTUI menugaskan Lembaga Teknologi FTUI (Lemtek UI) yang merupakan unit kegiatan khusus yang akan melaksanakan kegiatan ini. Pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026 telah dilakukan rapat pembahasan dan paparan konsep rancangan dan rencana kerja DED dan pengawasan rekonstruksi Candi Kedaton dan Candi Koto Mahligai oleh FTUI di Ruang Rapat Gedung E lt 2 Kementerian Kebudayan. Rapat dihadiri oleh Prof (Hon) Dr. Fadli Zon, MSc selaku Menteri Kebudayaan, Dr Restu Gunawan, MHum selaku Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, I Made Dharma Suteja Msi selaku Direktur Warisan Budaya, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan PhD selaku Dekan FTUI, Dr. Evi Anggraheni MT selaku Manajer Kerja Sama, Ventura, dan Kewirausahaan FTUI, Dr. Erly Bahsan MKom selaku Kepala Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FTUI, Dr. Wisnu Isvara MT selaku General Manager Lemtek FTUI, Dr. Miktha Farid Alkadri M.Ars selaku Kepala CCIT FTUI, Prof. Dr Cecep Eka Permana selaku ahli arkeologi dari Universitas Indonesia serta Carren Chaterina M.H., M.Kn selaku perwakilan WALUBI, beserta jajaran dan tim dari Kementerian Kebudayaan dan FTUI. Paparan konsep dan rencana kerja disampaikan langsung oleh Dekan FTUI dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Dalam pertemuan tersebut telah disepakati bahwa WALUBI akan membiayai serta supervisi dan Kementerian Kebudayaan akan memberikan arahan dan monitoring kegiatan yang dilakukan FTUI melalui Lemtek FTUI. Pertemuan selanjutnya dilakukan pada hari Selasa tanggal 24 Februari di Ruang Rapat Pimpinan FTUI untuk melakukan rapat klarifikasi dan negosiasi yang dihadiri oleh Carren Chaterina M.H., M.Kn selaku perwakilan WALUBI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan PhD selaku Dekan FTUI, Prof. Dr. Dalhar Susanto selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum FTUI, Dr. Evi Anggraheni MT selaku Manajer Kerja Sama, Ventura, dan Kewirausahaan FTUI, Dr. Miktha Farid Alkadri M.Ars selaku Kepala CCIT FTUI, Dr. Wisnu Isvara MT selaku General Manager Lemtek FTUI dan Fineshia Sevita MT selaku Business Development Manager Lemtek FTUI. Pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2026 dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara WALUBI yang diwakili oleh Carren Chaterina M.H., M.Kn dan Prof Dr. Asep Handaya Saputra selaku Kepala Lemtek FTUI, dan disaksikan oleh Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, MSc selaku Menteri Kebudayaan, Dr Restu Gunawan, MHum selaku Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Dr (HC) Dra Sri Hartati Murdaya selaku Ketua WALUBI, tim dari WALUBI yaitu Prajna Murdaya MSc, Karuna Murdaya MCP, Jeffri S Tanudjaja MM dan Martinus Salim MBA. Sedangkan dari FTUI dihadiri pula oleh Dr. Evi Anggraheni MT selaku Manajer Kerja Sama, Ventura, dan Kewirausahaan FTUI, Dr. Wisnu Isvara MT selaku General Manager Lemtek FTUI dan Fineshia Sevita MT selaku Business Development Manager Lemtek FTUI. Lemtek akan melakukan kegiatan DED rekonstruksi dan diprioritaskan pada Candi Kedaton selama 3 bulan lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan rekonstruksi di lapangan yang akan paralel pelaksanaannya dengan DED rekonstruksi Candi Koto Mahligai. Harapannya sebelum bulan Mei 2027 rekonstruksi Candi Kedaton telah selesai dan dapat digunakan sebagai tempat peringatan Hari Waisak Nasional.